Jumat, 14 Agustus 2026

HUT Pramuka ke-65 Miftahussalam Kembali Raih Juara Gerak Jalan


Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Pramuka ke-65, Kwartir Ranting Banyumas mengadakan kompetisi gerak jalan. Kompetisi ini diadakan untuk para andika, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA se-kecamatan Banyumas. Lomba gerak jalan ini terbagi menjadi dua kategori putra dan putri, dengan jarak tempuh kurang lebih 2 km. Untuk kategori putra, peserta berjalan dengan kecepatan sekitar 6 km/jam, sedangkan kategori putri sekitar 5 km/jam, dengan rute seputar kecamatan Banyumas.


Kontingen Miftahussalam kembali hadir dalam kompetisi gerak jalan tahun ini yang diselenggarakan pada 11 Agustus 2026. Keikutsertaan ini bukan sekadar untuk memeriahkan HUT ke-65 Pramuka, tetapi menjadi bentuk konsistensi Miftahussalam yang setiap tahun turut berpartisipasi dan berusaha meraih prestasi dalam lomba gerak jalan. Bagi para andika, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar, berjuang, dan mengukir prestasi. Tahun ini, Miftahussalam mengirimkan dua regu Penggalang/MTs (putra dan putri) serta dua sangga Penegak/MA (putra dan putri).


Regu putra kontingen MTs Miftahussalam
Semangat dan perjuangan para andika Miftahussalam dalam gerak jalan HUT pramuka ke-65 membuahkan hasil yang membanggakan. Alhamdulillah regu dan sangga yang dikirim berhasil membawa prestasi pada setiap kategorinya. Berikut adalah prestasi yang dicapai:


Dari jenjang Penggalang (MTs)

  • Regu putra meraih juara 3

  • Regu putri meraih juara 3

Dari jenjang Penegak (MA)

  • Sangga putra meraih juara 1

  • Sangga putri meraih juara harapan 2


Pencapaian ini menjadi bukti bahwa keikutsertaan para andika Miftahussalam bukan hanya sekedar untuk memeriahkan HUT pramuka saja, tetapi sebagai wadah bagi mereka untuk belajar, berjuang, bekerjasama, dan meraih prestasi. [Shaffa Itsna Al Marwa]

Regu putri kontingen MTs Miftahussalam












Sangga putra kontingen MA Miftahussalam













Sangga putri kontingen MA Miftahussalam








Read More

Senin, 10 Agustus 2026

Silaturahmi wali Santri Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas

Suasana acara silaturrahim wali santri

 

Banyumas, 9 Agustus 2026 – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan di antara wali santri, Pondok 

Pesantren Miftahussalam Banyumas menyelenggarakan acara silaturahmi wali santri pada Ahad pagi tanggal 9 Agustus 2026 dan mengangkat tema “Membentuk Generasi Rabbani Berakhlak Karimah”.

Acara yang dilaksanakan di area asrama putra ini atau lebih tepatnya di halaman masjid pesantren,  terselenggara dengan dukungan seluruh unsur pesantren, mulai dari santri, pengurus, dan asatidzah. Para santri berkontribusi dalam membantu mendekorasi panggung, menata kursi, dan memastikan kebersihan seluruh area pesantren.

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kegembiraan. Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas, Al-ustadz Kasbiyanto, S.Pd., M.Pd.I dalam sambutannya berterimakasih kepada wali santri atas kepercayaannya terhadap Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas untuk menjadi wadah bagi anak-anaknya dalam menuntut ilmu.

Sambutan pimpinan pesantren  

 

Setelah pimpinan Pondok Pesantren selesai menyampaikan sambutannya, dilanjutkan sambutan dari wali santri yang diwakili oleh Bapak Ahmad Toha (wali santri ukhtina Chasna Nur Faizah). Dalam sambutannya beliau membawakan satu ayat Al-Qur’an yaitu surat Asy-Syu’ara: 88 yang berbunyi 

         َيَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْن

“(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak”.

Beliau menjelaskan bahwasannya harta seseorang tidak akan berguna di hari akhir jika tidak disedekahkan. Beliau juga memberikan beberapa kuis untuk santri, salah satunya beliau menanyakan mengapa madu yang dikemas dengan botol kaca jauh lebih mahal dari air putih yang dikemas sama seperti madu tadi,

 jawabannya karena madu memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan air putih, harga suatu barang bukan dilihat dari wujudnya tetapi dari kualitas dan manfaat yang diberikannya. Begitu pula dengan manusia, di hari akhir kelak Allah tidak menilai seberapa banyak harta seseorang tapi berapa banyak manfaat yang diberikan harta tersebut.           

Acara yang diikuti oleh seluruh wali santri kelas VII sampai dengan XII ini, juga dimaksudkan untuk menampung aspirasi dan harapan wali santri terhadap pesantren melalui pembentukan komite madrasah dan pesantren.

Dalam acara ini wali santri juga dikagumkan dengan penampilan-penampilan menarik dari para santri, di antaranya pembacaan puisi, paduan suara, dan yang tak kalah menarik adalah tari saman dengan gerakan yang kompak dan instrumen yang semangat. [Fata Ulil Keivi]


Read More