| Suasana acara silaturrahim wali santri |
Banyumas, 9 Agustus 2026 – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan di antara wali santri, Pondok
Pesantren Miftahussalam Banyumas menyelenggarakan acara silaturahmi wali santri pada Ahad pagi tanggal 9 Agustus 2026 dan mengangkat tema “Membentuk Generasi Rabbani Berakhlak Karimah”.
Acara yang dilaksanakan di area asrama putra ini atau lebih tepatnya di halaman masjid pesantren, terselenggara dengan dukungan seluruh unsur pesantren, mulai dari santri, pengurus, dan asatidzah. Para santri berkontribusi dalam membantu mendekorasi panggung, menata kursi, dan memastikan kebersihan seluruh area pesantren.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kegembiraan. Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas, Al-ustadz Kasbiyanto, S.Pd., M.Pd.I dalam sambutannya berterimakasih kepada wali santri atas kepercayaannya terhadap Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas untuk menjadi wadah bagi anak-anaknya dalam menuntut ilmu.
| Sambutan pimpinan pesantren |
Setelah pimpinan Pondok Pesantren selesai menyampaikan sambutannya, dilanjutkan sambutan dari wali santri yang diwakili oleh Bapak Ahmad Toha (wali santri ukhtina Chasna Nur Faizah). Dalam sambutannya beliau membawakan satu ayat Al-Qur’an yaitu surat Asy-Syu’ara: 88 yang berbunyi
َيَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْن
“(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak”.
Beliau menjelaskan bahwasannya harta seseorang tidak akan berguna di hari akhir jika tidak disedekahkan. Beliau juga memberikan beberapa kuis untuk santri, salah satunya beliau menanyakan mengapa madu yang dikemas dengan botol kaca jauh lebih mahal dari air putih yang dikemas sama seperti madu tadi,
jawabannya karena madu memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan air putih, harga suatu barang bukan dilihat dari wujudnya tetapi dari kualitas dan manfaat yang diberikannya. Begitu pula dengan manusia, di hari akhir kelak Allah tidak menilai seberapa banyak harta seseorang tapi berapa banyak manfaat yang diberikan harta tersebut.
Acara yang diikuti oleh seluruh wali santri kelas VII sampai dengan XII ini, juga dimaksudkan untuk menampung aspirasi dan harapan wali santri terhadap pesantren melalui pembentukan komite madrasah dan pesantren.
Dalam acara ini wali santri juga dikagumkan dengan penampilan-penampilan menarik dari para santri, di antaranya pembacaan puisi, paduan suara, dan yang tak kalah menarik adalah tari saman dengan gerakan yang kompak dan instrumen yang semangat. [Fata Ulil Keivi]
EmoticonEmoticon